Monday 10-08-2026

Kementerian PU Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banjar

Posted By Ezra Wirotama
  • Created Aug 10 2026
  • / 34 Read

Kementerian PU Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Banjar

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penyaluran dilakukan secara terjadwal menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter.

 

Langkah tersebut merupakan bagian dari respons cepat Kementerian PU dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah musim kemarau. Penanganan darurat dilakukan bersamaan dengan pemantauan kondisi lapangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan sehingga ketersediaannya perlu dijaga melalui penanganan yang cepat sekaligus pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

 

“Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,” kata Menteri Dody.

 

Kekeringan di Desa Gunung Batu mulai dilaporkan sejak 3 Agustus 2026. Wilayah tersebut merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjar yang mengalami keterbatasan sumber air saat musim kemarau. Kondisi geografis dan terbatasnya sumber air menjadi faktor yang menyebabkan masyarakat membutuhkan dukungan pasokan air bersih.

 

Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan (BPBPK Kalimantan Selatan) telah menugaskan tiga personel lapangan untuk mendukung distribusi air bersih. Sebanyak dua mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter digunakan untuk menyalurkan air sesuai kebutuhan dan jadwal di lapangan.

 

Untuk mendukung akses masyarakat, Kementerian PU juga menempatkan dua unit tandon atau hidran umum dengan kapasitas masing-masing 2.200 liter di lokasi yang mudah dijangkau warga. Sarana tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air bersih sehingga masyarakat dapat memperoleh air secara lebih mudah.

 

Di lapangan, distribusi air bersih dilakukan dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama Pemerintah Desa Gunung Batu, Pemerintah Kecamatan Sambung Makmur, BPBD Kabupaten Banjar, serta BPBPK Kalimantan Selatan. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan distribusi dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

 

Menteri Dody menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui bantuan air bersih, tetapi juga perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan ketahanan air dalam jangka panjang.

 

“Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan penanganan jangka panjang, antara lain melalui pengembangan sumber air baku, embung, sumur bor, dan jaringan perpipaan sesuai kebutuhan wilayah. Dengan begitu, risiko kekurangan air pada musim kemarau dapat ditekan,” ujar Menteri Dody.

 

Penanganan kekeringan tersebut sejalan dengan semangat PU608,  dengan memastikan penguatan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan, Kementerian PU terus berupaya memperkuat ketahanan air daerah sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First